“Aku bersyukur dilahirkan di Indonesia, dimana senyum masih menjadi karakter, budaya masih apik terjaga, dan optimisme masih menyulut semangat. Aku berharap, anak-anakku kelak harus lebih bangga dariku dalam memandang dan memperjuangkan Indonesianya. Jaya Selalu Negeriku Indonesia, Jayalah Selama-lamanya”

Metode Penelitian Sosial 1

Jenis-Jenis Penelitian
Dilihat dari segi kegunaannya, penelitian dapat digolongkan menjadi:
  • Penelitian Murni (Pure Research)
Penelitian yang ditujukan untuk mengembangkan dan menguji teori ataupun hipotesis semata
  • Penelitian Terapan (Applied Research)
Penelitian yang ditujukan untuk kebutuhan praktis tertentu, misalnya: pemecahan masalah sosial, ataupun perbaikan suatu proses sosial.
Dilihat dari segi tujuan pengembangan ilmu, penelitian dapat digolongkan menjadi:
    • Penelitian Eksplorasi (Exploratory Research)
    • Penelitian Deskriptif (Descriptive Research)
    • Penelitian Eksplanatif (Explanative Research)

Muhammadiyah Sebagai Gerakan Keagamaan

Islam yang Berkelanjutan dan Berubah
K.H. Ahmad Dahlan mempunyai pendapat, Islam yang masuk di Indonesia sangat berbeda bahkan dianggap bertentangan dengan Islam yang dipahaminya .Agama islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah melalui para Nabi utusann-Nya. Jadi semua agama yang dibawa oleh Nabi Utusan Allah itulah disebut Agama Islam. Adapun agama Islam yang berlaku sekarang ini adalah agama yang dibawa oleh utusan terakhir yang menyempurnakan agama Islam yang dibawa oleh Nabi dan Utusan Allah yang dahulu. Nabi Muhammad merupakan Nabi yang terakhir. Wujud agama Islam seluruhnya adalah berupa wahyu syari’at Allah.
Dua Macam Wahyu Syariat Allah
  1. Berupa firman-firman Allah yang terhimpun di dalam Kitab.
  2. Tidak berupa firman-firman Allah, tetapi penjelasan-penjelasan lebih lanjut dari firman-firmna itu.
Wahyu yang berupa firman Allah diturunkan kepada Nabi Musa, terhimpun dalam Kitab Taurat, Kemudian Kemudian untuk menjelaskan lebih lanjut isi kitab Taurat ini, Nabi Musa mendapat wahyu yang berguna untuk menjelaskan. Yang diberikan Nabi Daud dinamakan Kitab Zabur. Yang diberikan kepada Nabi Isa dinamakan kitab Injil. Wahyu syari’at yang diberikan kepada Nabi dan Rasul terakhir Muhammad, terhimpun dalam kitab al-Qur’an. Sedang penjelasan-penjelasan yang diberikan oleh Rasulullah yang bersumber dari wahyu yang bukan berupa firman, disebut as-sunnah.

Demokrasi Sebagai Nilai Universal (Amartya Sen)

Ada banyak perkembangan yang terjadi diabad keduapuluh ini,antara lain adalah berakhirnya kerajaan Eropa khususnya Inggris dan Perancis pada abad ke sembilan belas,serta berakhirnya fasisme dan juga paham nazi,serta bangkitnya komunisme di China serta adanya pergeseran tranformasi ekonomi global yang pada awalnya didominasi oleh Amerika Srikat kini mulai di pegang oleh kekuatan bariu dari Asia Timur yaitu Jepang,namun hal yang paling menarik adalah lahirnya paham demokrasi sebgai bentuk pemerintahan yang utama bagi negara-megara didunia dan merupakan paham yang paling bisa diterima ,seperti apa yang diadopsi oleh negara-negara dunia saat ini baik dalam bentuk dan konsep demokrasi itu sendiri.
Perkembangan demokrasi itu senderi tidak terlepas dengan ditanda tanganinya “Magna Carta” di tahun 1215 yang berlanjut dengan paham bahwa demokrasi merupakan sebuah sistem “normal” yang berlaku bagi seluruh negara di dunia baik itu Amerika,Eropa,Afrika,serta Asia.Demokrasi dalam perkembangannya telah menjadi sebuah sistem yang sifatnya universal ,hal demikian didukung dengan adanya rentetan sejarah yang panjang diabad ke sembilan belas oleh para reolusioner perancis yang berkontribusi dalam pemahaman konsep demokrasi sebagai konsep umum.

Faktor-Faktor Internasinal Yang Mempengaruhu Domestik

Oleh: Mohammad Nailur Rochman (09260029)1


Pendahuluan
Sebuah permulaan yang ingin penulis lakukan adalah memberikan pemahaman terdahulu tentang konsep politik. Politik (policy) adalah seperangkat keputusan yang menjadi pedoman untuk beritndak, atau seperangkat aksi yang bertujuan untuk mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya.2
Satu pertanyaan dari Gourevitch yang sangat menarik untuk ditelaah lebih jauh. Pada permulaan artikelnya, Gourevitch menyatakan “apakah ketidaksinambungan antara hubungan internasional dan politik domestik sudah ‘mati’?”. Pertanyaan ini seakan-akan menekankan bahwa ternyata ada relasi antara sistem internasional dan politik domestik sebuah negara. Secara tidak langsung, kebijakan dalam negeri sebuah negara ditentukan oleh faktor-faktor internasional. Atau dengan kata lain, analisa perilaku politik domestik dan luar negeri suatu negara kerapkali melibatkan tinjauan domestik dan internasional. Namun kali ini, pembahasan Gourevitch lebih menekankan pada analisa perilaku sebuah negara dalam politik dometik yang dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal (internasional).

Keterkaiatan Antara Diplomasi dan Politik Domestik

Oleh: Mohammad Nailur Rochman (09260029)-Mahasiswa Hubungan Internasional
Sebelumnya telah disebutkan oleh Peter Gourevitch bahwa politik domestik sangat berkaitan dengan sistem internasional dan juga sebaliknya. Struktur domestik menentukan sistem apa yang berlaku dalam hubungan antar negara dan kemudian kesepakatan internasional itu berbalik memengaruhi urusan dalam negeri masing-masing negara. Menurut Gourevitch, kajian mengenai hubungan sistem internasional dan politik domestik adalah kajian yang tidak dapat dipisahkan[1].
Kajian kali ini adalah mengenai bagaimana proses pembentukan benang yang saling mengaitkan antara keduanya? kapan hubungan itu akan saling menetukan satu sama lain? dan siapa saja yang menjadi aktor di dalamnya?. Oleh karena itu, yang menjadi fokus kajian kali ini adalah pendekatan yang paling bisa menjelaskan proses keterlibatan antara unsur-unsur domestik dan politik internasional (bisa juga dikatakan sebagai kebijiakan-kebijakan yang berlaku secara internasional).

Melihat Islam dan Demokrasi


Seiring dengan  runtuhnya paham komunisme yang ditandai dengan runtuhnya negara Uni Ssoviet ditahun 1989 ,yang juga berarti merupakan menjadi titik awal bagi tumbuh kembangnya sistem demokrasi di berbagai negara dibelahan dunia ,tidak dapat dipungkiri lagi bahwa demokratisasi berjalan beriringan dengan proses dunia yang semakin menglobal ,disisi lain banyak negara yang mengagung-agungkan demokrasi sebagai sistem yang terbaik untuk diterapkan di negaranya ,tidak terkecuali Amerika Serikat yang menjadi bapak dari paham demokrasi itu sendiri.
Tidak hanya berheti disitu dalam beberapa tahun terakhir  tidak sedikit negra-negara khususnya yang berada dikawasan timur tengah yang juga turut “tertular” dengan paham demokrasi ,diantaranya adalah Mesir dan Libya ,yang suskses dengan revolusinya untuk mengun]lingkan rezim otoriternya ,dan dalam perkembangannya ternyata tidak semua negara cocok menggunakan sistem ini dalam menjalankan pemerintahannya.
Hal ini terlihat dari banyak negara yang tidak seberhasil seperti negara asal dimana demokrasi itu ditularkan ,hal ini kita melihat bukti nayata dari perkembangan demokratisasi itu sendiri dinegara-negara dunia ketiga seperti negara-negara yang mayoritas berada di kawasan Asia tengah dan juga Asia Tenggara ,yang mana negara-negara tersebut dihuni oleh penduduk yang mayoritas memiliki latar belakang bahasa ,adat istiadat ,serta pemeluk keyakinan yang berbeda-beda,dan mayoritas penduduknya adalah pemeluk islam.

Democracy and Civil Society


Perjalanan Demokrasi
·         Demokrasi Mesir dan Mesopotamia Kuno
Berdasarkan kajian archeopolitics yang ambisius dan optimistik ,melalui tulisan Yves Schemeil “Democracy Before Democracy”,nilai-nilai demokrasi sudah ada sejak masa ini,beberapa peristiwa besar yang mendukung antara lain:
-          Narmer berhasil menyatukan Mesir kuno.
-          Sargon memb awa Akkaidan seorang tokoh Samasia yang mendirikan Dinasti Akkad di Meso[potamia.
-          Ratu Hatshepsut mendelegtimasi hukkum wanita ,ia menganggap dirinya dalah pria.
-          Orang-orang Mesir dan Mesopotamia mendirikan dewan kota dan majelis yang jauh lebih demokratis dibanding polis Yunani.
-          Majelisnya beranggtakan kaum wanita. Memobilisasi warga.
-          Esensi demokrasi yang sesungguhnya bukan  terletak pada citiszenship(kewarganegaran),tetapi pada pentingnya
·         Demokrasi Yunani Kuno
Demos “rakyat’,dan Kratos “pemerintahan’/awal mula kajian melalui “The Peloponnesian War” (perang antara Sparta melawan Athena) tulisan Thucydides ,konsep kajian yang terkenal yaitu dalam pemerintahan dan demokrasi yakni ologarki  (artisipasi politik sebatas kalangan elit) daam posisi ini Sparta dan demokrasi(pemerintahan oleh rakyat ) dalam posisi ini Athena.