Malas Tertindas, Lambat Tertinggal, Berhenti Mati

"Aku bersyukur dilahirkan di Indonesia. Dimana senyum masih menjadi karakter, budaya masih apik terjaga, dan optimisme masih menyulut semangat. Aku berharap, anak-anakku kelak harus lebih bangga dariku dalam memandang dan memperjuangkan Indonesianya. Jaya Selalu Indonesiaku, Jayalah Untuk Selama-lamanya"

Proposal Usaha Bisnis Lumpia Mini Semarang


Oleh:  Jayanti Badariyan, Tiarasani S. Putri, Wahidatun Hasanah, Dwi A.L, Neny, Fidya Syamsul






I.                   Latar Belakang

Memiliki usaha sendiri merupakan tujuan setiap orang ketika lapangan kerja makin sedikit dan terlihat kurang pasti. Dengan memiliki usaha sendiri, kita dapat menentukan arah dan tujuan dari usaha tersebut hingga membuka lapangan kerja bagi orang lain.
Namun, dengan membuka usaha sendiri bukan berarti segalanya dapat berjalan dengan lancer-lancar saja tanpa kendala. Diawal pembentukan, kita sudah harus berfikir jenis usaha apa yang akan digeluti dengan memperhitungkan persaingan yang ketat pula. Usaha yang direncanakan harus sesuai dengan kebutuhan pasar.
Kami berencana membuka usaha yang bergerak dibidang jasa makanan. Alasannya, makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Setiap orang pasti membutuhkan makanan. Selain itu usaha makanan kami anggap tidak ada matinya jika dapat melakukan inovasi-inovasi terhadap produk yang kami tawarkan. Kuncinya, produk yang kami tawarkan higienis dan rasanya bisa diandalkan dengan dikemas menarik.
Usaha makanan yang kami rencanakan yaitu makanan atau tepatnya adalah Lumpia. Kami memilih lumpia Semarang sebagai usaha bisnis, karena di Kota Malang belum banyak usaha lumpia Semarang. Seperti kita ketahui, bahwa lumpia Semarang sudah terkenal kelezatannya oleh banyak orang, dan kami mencoba menawarkan dengan bentuk yang lebih mini sehingga membuat harga lebih murah, dengan tanpa mengurangi cita rasa asli lumpia dari Semarang.

II.                Tujuan Bisnis
1.       Membuat usaha yang menyediakan kebutuhan konsumen, berkenaan dengan kebutuhan akan jajanan yang berkualitas (bersih, sehat, enak) dan harga sesuai.
2.  Menyediakan jajanan yang menjamin kualitas dengan memperhatikan bahan baku,   proses pengolahan hingga jajanan sampai ditangan konsumen.
3.  Menciptakan usaha yang tetap memperhatikan tanggung jawab terhadap kelestarian    lingkungan, dengan sebisa mungkin menggunakan bahan dasar alami hingga turut memperhatikan pengolahan limbah.
3.  Menciptakan usaha yang dapat meningkatkan kemampuan ekonomi bagi kami.




III.             Bentuk Usaha
Usaha jajanan Lumpia Mini Semarang menyediakan jajanan yang berbahan baku Rebung, ayam, serta Udang sebagai Isinya. Jajanan lumpia yang kami sediakan menawarkan beberapa variasi makanan yang menarik untuk dicoba. Bahan baku utama Rebung, Ayam, dan Udang kami peroleh dari pasar traditional yang bersal dari Malang, tentunya yang sudah kami seleksi kualitas dari Rebung, Ayam, Udang tersebut. Namun kami juga memiliki alternative pemasok lain untuk berjaga-jaga jika ada hal yang menghambat pasokan.
Untuk bahan pembuat kulit Lumpia, telur dan lain-lainnya, kami menggunakan bahan yang sudah bermerk dan sesuai dengan usaha kami. Hal ini kami lakukan dengan tujuan menjaga kualitas produk dan memberikan kepuasan kepada konsumen. Lebih lanjut, tidak menutup kemungkinan untuk menjalin kerjasama dengan pihak supplier bahan-bahan tersebut, jika dalam perkembangannya usaha kami banyak diminati.
Kami menjual dua bentuk Lumpia, yaitu lumpia Basah dan lumpia kering. Lumpia basah tidak perlu memerlukan penggorengan dalam penjualannya, dengan maksud, jika ada konsumen yang ingin menggoreng sendiri di rumah kami menyediakan lumpia basah tersebut di dalam Frozen. Lumpia kering memerlukan penggorengan, dengan maksud jika ada konsumen yang ingin mencicipi langsung Lumpia kering  di Lokasi tempat kami menjajakan. Lokasi yang kami pilih untuk membuat usaha ini adalah Pasar Minggu di Kota Malang, dan Batu. Kami memilih pasar minggu karena efisien waktu, hanya dihari minggu saja sehingga tidak mengganggu kegiatan kami lainnya, tetapi kami juga menjual harian Lumpia mini ini, untuk dititipkan di sekolah-sekolah, warung yang akan kami tentukan selanjutnya.

IV.             Manajemen Usaha
Produksi
Untuk mengawali dalam membuka usaha, kami mencoba membuat 100 biji lumpia basah dan kering. Untuk media promosi, kami memilih cetak leaflet untuk selanjutnya di Foto Copy. Kami juga akan mengandalkan word of mouth yang terhitung efektif dan tidak mengeluarkan biaya. Mengajak kenalan untuk mencoba jajanan yang kami tawarkan dan meminta mereka untuk menyebarkan keunggulan produk dan tempat kami.
Harga yang kami tawarkan sesuai dengan produk jajanan. Harga berkisar dari Rp 3000 – Rp 4000. Dengan harga seperti itu, maka jelas target market kami yaitu untuk semua  kalangan, karena harga Lumpia Semarang berkisar Rp. 9000,- jadi dengan bentuk lumpia mini yang kami tawarkan, tentu akan mempermudah dalam penjualannya karena harga juga terjangkau.

Pemasaran.
Target pasar yang dituju adalah:
·          Penitipan di Sekolah-sekolah
·         Penitipan di Warung dan Rumah Makan.
·         Penjualan di Pasar Minggu Kota Malang atau Batu.
Strategi Pemasaran :
·         Pada awal pemasaran, kami akan menjajakan terlebih dahulu pada teman-teman kampus, kost, dan lainnya untuk mencobanya dengan membawa Lumpia mini tersebut ke kampus, utamanya jik asedang ada kuliah di kampus pasca sarjana, karena disana tidak ada kantin, sehingga kemungkinan besar teman-teman bisa mencobanya.
·         Setelah satu minggu pertama kami mulai akan menjajakan dengan cara menitipkan ke sekolah-sekolah dan warung, rumah makan di daerah kota Malang, tentunya kami akan memilih sekolah mana, serta warung yang akan dipilih sebagai tempat penitipan.
·         Minggu kedua kami akan menjual Lumpia mini Semarang tersebut ke pasar minggu kota Malang, secara bergantian kami menjualnya ke pasar Minggu kota Batu, untuk menilai lebih ramai mana diantara pasar yang hanya berjualan di hari minggu tersebut. Kami memilih pasar minggu karena dihari tersebut warga malang akan banyak berkunjung untuk jalan-jalan, dan mencicipi jajanan-jajanan pasar.

V.                Kompetitor
Memilih Lokasi di Psar Minggu tentunya tidak mudah, meskipun kemungkinan keuntungan yang diperoleh adalah besar. Karena, penjual makanan, mulai dari makanan yang kelas berat hingga ringan sangat banyak dan bermacam-macam.



ANALISIS SWOT
Strength
 · Lumpia merupakan jajanan yang diminati banyak orang di semua kalangan masyarakat.
· Mudahnya untuk mendapatkan bahan baku.
· Semakin banyak penyakit yang timbul dikalangan masyarakat, dikarenakan makanan yang kurang sehat. Disini kami menawarkan makanan yang sehat dengan harga yang terjangkau.
Weakness
· Varian yang banyak membuat konsumen bingung untuk membeli, karena mereka belum tentu paham benar mengenai perbedaan tiap produk.
· Terbatasnya tenaga kerja yagn mengerti tentang bahan baku lumpia, karena lumpia satu dengan lainnya mempunyai isi yang berbeda
Opportunity
· Belum adanya lumpia yang berasal dari Semarang yang dijajakan di pasar Minggu, maupun ditempat lain.
· Kami ingin mewujudkan keinginan para pecinta Lumpia Semarang di Kota Malang.
· Letak stand kami, dekat dengan parkiran membuat orang-orang yang akan masuk melirik stand kami.
Threat
· Banyaknya toko disekitar gerai kami yang juga menjual makanan. Mereka bisa menjadi pesaing kami dalam hal mendapatkan pelanggan.
· Kenaikan harga bahan pangan yang tidak menentu, sehingga mempengaruhi harga dari produk yang kami tawarkan.
· Tingkat kebosanan konsumen.

VI.             Perhitungan Usaha
Modal
Rp. 250.000,-
Profit
Bahan : untuk 100 biji
Rebung 4 kg, dengan perhitungan 1 kg untuk 25 biji             =          4.000/kg
Ayam 1 kg                                                                              =          20.000
1 ikat daun bawang                                                                 =          4.000
Bumbu dapur (Mrica, bawang, garam, penyedap rasa)          =          3.000
Kecap manis                                                                            =          13.000
Kulit Lumpia kering    @12.000                                             =          12.000 untuk 40 lembar
Kulit lumpia Basah untuk dadaran sendiri :
Telur  ½ kg                                                                              =          12.000
Terigu 2 kg                                                                              =          15.000
Penyedap Rasa (Masako)/garam                                             =          2.000
Putih telur untuk kulit lumpia                                                =          2.500
Gas LPG untuk memasak                                                       =          13.500
Plastik                                                                                     =          3.000
Cabe lalap                                                                               =          5.000
Saos Lumpia
Tauco ¼ kg                                                                             =          6.000
Bawang, garam, penyedap rasa                                              =          5.000

Jumlah                                                                                     =        Rp. 158.000,-









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar