“Aku bersyukur dilahirkan di Indonesia, dimana senyum masih menjadi karakter, budaya masih apik terjaga, dan optimisme masih menyulut semangat. Aku berharap, anak-anakku kelak harus lebih bangga dariku dalam memandang dan memperjuangkan Indonesianya. Jaya Selalu Negeriku Indonesia, Jayalah Selama-lamanya”

Faktor-Faktor Internasional Yang Mempengaruhi Politik Domestik


Oleh: Mohammad Nailur Rochman (09260029)




Pendahuluan
Sebuah permulaan yang ingin penulis lakukan adalah memberikan pemahaman terdahulu tentang konsep politik. Politik (policy) adalah seperangkat keputusan yang menjadi pedoman untuk beritndak, atau seperangkat aksi yang bertujuan untuk mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya.[2]
Satu pertanyaan dari Gourevitch yang sangat menarik untuk ditelaah lebih jauh. Pada permulaan artikelnya, Gourevitch menyatakan “apakah ketidaksinambungan antara hubungan internasional dan politik domestik sudah ‘mati’?”. Pertanyaan ini seakan-akan menekankan bahwa ternyata ada relasi antara sistem internasional dan politik domestik sebuah negara. Secara tidak langsung, kebijakan dalam negeri sebuah negara ditentukan oleh faktor-faktor internasional. Atau dengan kata lain, analisa perilaku politik domestik dan luar negeri suatu negara kerapkali melibatkan tinjauan domestik dan internasional. Namun kali ini, pembahasan Gourevitch lebih menekankan pada analisa perilaku sebuah negara dalam politik dometik yang dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal (internasional).
Peter Gourevitch berpendapat bahwa suasana politik domestik tidak bisa dipisahkan dengan dinamika hubungan internasional. Analisa terhadap politik domestik dinilai dapat memberi “kepuasan” tambahan yang mungkin tidak didapatkan dari analisa sistem internasional saja. Gourevitch disini juga berusaha mengkritik ilmuwan yang menggunakan pendekatan komparatif yang beranggapan bahwa struktur domestik suatu negara hanya menjadi variabel pelengkap yang tidak selalu relevan dengan fenomena Hubungan Internasional. Ia meyakini bahwa politik domestik adalah variabel penjelas yang akan selalu relevan dan saling mempengaruhi. Suasana politik internasional akan ikut mewarnai pengambilan policy dalam negeri, begitu juga kebijakan luar negeri suatu negara juga tidak bisa lepas dari struktur dan proses dari sistem politik domestik. Henry Kissinger, seorang akademisi sekaligus praktisi politik luar negeri Amerika Serikat menyatakan bahwa “foreign policy begins when domestic policy ends”. Artinya adalah studi politik berada pada interseksi antara aspek dalam negeri dan aspek internasional dari kehidupan suatu negara. Sekali lagi, sangat sulit untuk memisahkan antara politik luar negeri dengan politik dalam negeri, meskipun untuk keperluan analisis atau penelitian dalam Hubungan Internasional, sekalipun dalam hal ini terdapat banyak pertentangan yang mencoba diuraikan dan di komentari oleh Gourevitch.
 Pemisahan antara politik luar dan dalam negeri sering dilakukan untuk keperluan akademis dan analisis, tapi Gourevitch justru mengatakan bahwa ada 3 “ruang kebersamaan” yang saling menghubungkan antara keduanya:
1.      Dengan menggunakan struktur domestik sebagai faktor eksplanasi dalam menjelaskan kebijakan luar negeri, maka kita (para akademisi) harus menelaah lebih jauh tentang bagaimana sistem internasional berperan penting dalam menentukan struktur domestik itu terlebih dahulu.