“Aku bersyukur dilahirkan di Indonesia, dimana senyum masih menjadi karakter, budaya masih apik terjaga, dan optimisme masih menyulut semangat. Aku berharap, anak-anakku kelak harus lebih bangga dariku dalam memandang dan memperjuangkan Indonesianya. Jaya Selalu Negeriku Indonesia, Jayalah Selama-lamanya”

Pemikiran Politik Immanuel Kant



Oleh: Haryo Prasodjo (haryoprasodjo@ymail.com)

“ Bertindaklah sehingga maxim (prinsip) dari kehendakmu dapat selalu, dan pada saat yang sama, diberlakukan sebagai prinsip yang menciptakan hukum universal”
Dalam memulai dari tulisan untuk memahami alur dari pemikiran Immanuel kant, ada baiknya ktia melihat beberapa pertanyaan yang diajukan oleh Kant, diantaranya adalah mengenai  Apa yang dapat kita ketahui? Apa yang boleh kita lakukan? Sampai di mana pengharapan kita? Apakah manusia itu? Untuk memudahkan kita memahami alur tulisan, maka pada tulisan ini nantinya kita akan membahas beberapa aspek penting seperti
      Introduction
      Representative of Enlighment
      Kant’s “Copernican Revolution in Metaphysics”
      Transcendental-Idealist View of Human Reason
      Formulations of the Catagorical Imperative
      The Universal Law of Right (Recht) or Justice
      Property, Social Contract and the State
      Perpetual Peace

Introduction
Immanuel Kant merupakan salah seorang filsuf Jerman termashur di akhir abad 18 (1724-1804), dirinya pernah menjabat sebagai seoarang Profesor filsafat di Universitas Konigsberg. Pemikiran yang dianut oleh Kant merupakan sebuah alur pemikiran kontemporer yang merupakan perkembangan dari pemikiran Rousseau, Hume, and Adam Smith. Sebagaiana, Kant juga memposisikan filsafat moral dan politik fokus pada universalisme dan kritik prinsip rasionalitas dari moral dan keadilan. 

Pemikiran dari filsafat Kant tersebut kemudian ia gunakan sebagai standar normatif untuk justifikasi/ mengkritik dan merekonstruksi organisasi politik pada dalam masyarakat pada level nasional dan internasional dimasanya. Adapun Kontribusi terbesar Kant adalah kritiknya terhadap rasionalitas murni dan epistemologinya yang kaya akan filsafat politik yang subtansial. Immanuel Kant juga menekankan teori politik pada penekanan pada pentingnya memperlakukan manusia sebagai tujuan dari politik itu sendiri .

Sebuah nilai yang dibawa oleh Kant adalah sebagai mana alur pemikirannya yang berpendapat "treat humanity in your person, and in the person of everyone else, always as an end as well as a means, never merely as a mean“ (memperlakukan manusia seperti kita memperlakukan diri kita, manusia sebagai tujuan, bukan sarana). Mealui metode filsafatnya Kant lebih memberikan penekankan pada hak-hak manusia, supremasi hukum (prosedur hukum) serta kesempatan pendidikan yang akan meningkatkan akal manusia dan mencerahkan

Faktor-Faktor Internasional Yang Mempengaruhi Politik Domestik


Oleh: Mohammad Nailur Rochman (09260029)




Pendahuluan
Sebuah permulaan yang ingin penulis lakukan adalah memberikan pemahaman terdahulu tentang konsep politik. Politik (policy) adalah seperangkat keputusan yang menjadi pedoman untuk beritndak, atau seperangkat aksi yang bertujuan untuk mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya.[2]
Satu pertanyaan dari Gourevitch yang sangat menarik untuk ditelaah lebih jauh. Pada permulaan artikelnya, Gourevitch menyatakan “apakah ketidaksinambungan antara hubungan internasional dan politik domestik sudah ‘mati’?”. Pertanyaan ini seakan-akan menekankan bahwa ternyata ada relasi antara sistem internasional dan politik domestik sebuah negara. Secara tidak langsung, kebijakan dalam negeri sebuah negara ditentukan oleh faktor-faktor internasional. Atau dengan kata lain, analisa perilaku politik domestik dan luar negeri suatu negara kerapkali melibatkan tinjauan domestik dan internasional. Namun kali ini, pembahasan Gourevitch lebih menekankan pada analisa perilaku sebuah negara dalam politik dometik yang dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal (internasional).
Peter Gourevitch berpendapat bahwa suasana politik domestik tidak bisa dipisahkan dengan dinamika hubungan internasional. Analisa terhadap politik domestik dinilai dapat memberi “kepuasan” tambahan yang mungkin tidak didapatkan dari analisa sistem internasional saja. Gourevitch disini juga berusaha mengkritik ilmuwan yang menggunakan pendekatan komparatif yang beranggapan bahwa struktur domestik suatu negara hanya menjadi variabel pelengkap yang tidak selalu relevan dengan fenomena Hubungan Internasional. Ia meyakini bahwa politik domestik adalah variabel penjelas yang akan selalu relevan dan saling mempengaruhi. Suasana politik internasional akan ikut mewarnai pengambilan policy dalam negeri, begitu juga kebijakan luar negeri suatu negara juga tidak bisa lepas dari struktur dan proses dari sistem politik domestik. Henry Kissinger, seorang akademisi sekaligus praktisi politik luar negeri Amerika Serikat menyatakan bahwa “foreign policy begins when domestic policy ends”. Artinya adalah studi politik berada pada interseksi antara aspek dalam negeri dan aspek internasional dari kehidupan suatu negara. Sekali lagi, sangat sulit untuk memisahkan antara politik luar negeri dengan politik dalam negeri, meskipun untuk keperluan analisis atau penelitian dalam Hubungan Internasional, sekalipun dalam hal ini terdapat banyak pertentangan yang mencoba diuraikan dan di komentari oleh Gourevitch.
 Pemisahan antara politik luar dan dalam negeri sering dilakukan untuk keperluan akademis dan analisis, tapi Gourevitch justru mengatakan bahwa ada 3 “ruang kebersamaan” yang saling menghubungkan antara keduanya:
1.      Dengan menggunakan struktur domestik sebagai faktor eksplanasi dalam menjelaskan kebijakan luar negeri, maka kita (para akademisi) harus menelaah lebih jauh tentang bagaimana sistem internasional berperan penting dalam menentukan struktur domestik itu terlebih dahulu.

Pemikiran Politik Niccolo Machiavelli



(haryoprasodjo@ymail.com)

Pada masa anak-anaknya, ekonomi di negaranya sedang tumbuh dengan baik, hal tersebut dikarenakan pesatnya perdagangan yang terjadi. Pertumbuhan ekonomi juga ikut mendorong pertumbuhan kota. Disisi lain, pekembangan tersebut juga didukung dengan hadirnya mesin cetak yang kemudian terjadi perubahan pada pola ekonomi yang sebelumnya menggunakan cara barter menjadi menggunakan uang dan perbankan dalam melakukan transaksinya. Perkembangan tidak hanya terjadi dalam hal ekonomi dan pembangunan saja, namun juga merambah pada perkembangan ilmu pengetahuan, yang mana terus ditemukannya penemuan-penemuan ilmiah dan geografis baru, dan memungkinkan bagi setiap individu pada masa itu untuk melakukan ekplorasi ilmiah.

Machiavelli juga turut melakukan kristalisasi filsafat humanistik, dan mendorong adanya perubahan demografis dan munculnya tatanan sekuler adalah beberapa kunci yang menentukan kekuatan. Munculnya berbagai macam universitas mengakhiri monopoli gereja pada saat itu, meningkatnya pendidikan pada masyarakat saat itu juga ditandai dengan meningkatnya melek huruf dan kebangkitan jiwa manusia selama Renaissance. Pada saat itulah, kemudian  Individualisme dan humanisme datang ke permukaan. Buckhardt mengatakan bahwa inti mati Renaisans adalah orang baru, dengan perhatian utama kemuliaan dan ketenaran mengganti keyakinan agama dan asketisme dengan realisasi diri dan kegembiraan hidup. Karakter baru negara dengan memahami seluk-beluk penyelenggaraan negara di mana keputusan mencerminkan dorongan politik daripada agama turut muncul kepermukaan dan mewarnai kondisi saat itu. 

Machiavelli sendiri lahir pada tahun 1469 di Florence (Italia) dari kalagan keluarga kaya dan terdidik , bahkan dirinya pernah menajbat sebagai seorang diplomat, namun pada tahun 1513 karirnya jatuh  dan dirinya sempat dipenjara, namun dibebaskan dengan syarat tidak lagi boleh berpolitik. Beberapa ide politik dari Machiavelli adalah mengenai peniadaan moral dalam pencapaian politik , dan sebagai seorang penguasa haruslah memiliki power yang kuat dan menguasai tentang seni memimpin . Pandangan Machiavelli juga memiliki pengaruh pada peperangan dan politik domestik-internasional. Selain itu, ide lainnya mengenai negara adalah melakukan penyatuan seluruh negara di bawah satu monarki nasional seperti pada model Perancis dan Spanyol adalah bentuk negara ideal. Menurut Dunning:  "Machiavelli berdiri di perbatasan antara Abad Pertengahan dan Abad Modern. Dia mengantarkan Zaman Modern dengan cara membersihkan politik dari kekuasaannya agama"

Pemikiran Politik Aristoteles


(haryoprasodjo@ymail.com)
Aristoteles merupakan salah seorang pemikir klasik yang lahir di Stagira dan merupakan pendiri dari sekolah yang bernama Lyceum
Adapun beberapa perbedaan pemikiran Plato dengan Aristoteles adalah sebagai berikut:

Plato
Aristoteles
Political Idealism
Political Realism
Bapak Filsafat Politik
Bapak Ilmu Politik
Metode Deduktif
Metode Induktif
Utopian
Best Possible State
Kewajiban (nature)
Hak (aktifitas)
Philosophical Method
Scientific and analytical

Adapun keahlian dan kontribusi dari Aristoteles tidak hanya sebatas pada satu bidang disiplin ilmu saja, namun juga memiliki banyak pengaruh di banyak bidang ilmu seperti Aristoteles on Logic, Aristoteles on Mechanics, Aristoteles on Physics, Aristoteles on Phsiology , Aristoteles on Astronomy, Aristoteles on Economics, Aristoteles on Politics. Kontribusi terbesar Aristoteles dalam bidang kajian ilmu sosial adalah pada metodologi yang digunakannya yang berbasis fokus pada rasionalitas, serta adanya integrasi etnik dan sosial, dan memberikan pondasi sistematis dari moral, politik, dan teori sosial beserta beberapa konsep dasar dari ekonomi, hukum, dan pendidikan.  

Pemikiran Politik Plato


(haryoprasodjo@ymail.com)
 
Plato memiliki banyak tulisan, diantaranya terdiri dari 35 dialog dan 13 surat, yang mana dalam 35 dialog tersebut, Plato membaginya ke dalam tiga bagian utama, yaitu Awal, Pertengahan, dan Akhir. Dimana dialog pertengahan dan terakhir merefleksikan pembentukan filsafatnya. Beberapa judul dari dialog pertengahan Plato yang terkenal antara lain Gorgias, Meno, Apology, Crito, Phaedo, Symposium, Repiblic. Adapun beberapa judul tulisan dari dialog akhir Plato adalah  Statesman, The Theaetus , Promenades, Sophist, Philebus, Timaeus, The Laws. Lebih dari itu, tulisan-tulisan Plato tidak hanya mengenai politik, namun juga mengenai berbagai macam aspek dalam kehidupan manusia seperti, Metafisika, Filsafat moral, Pendidikan, Politik, dan Ekonomi. Adapun beberapa bentuk pemikiran dari Plato adalah dalam hal Metafisika, Etika, Pendidikan, dan Pemerintahan. Tulisan terkenal dari Plato adalah Republik yang terbagi dalam 10 buku. Adapun pembagiannya sebagai berikut, buku I mengenai kehidupan manusia, dasar dari keadilan dan moral. Buku II dan IV menjelaskan organisasi negara, sistem pendidikan, masyarakat ideal, perencanaan tiga elemen dalam dasar kehidupan ( keinginan, semangat, alasan ), karakteristik negara yang ideal. Buku V – VII perencanaan negara yang ideal mengacu pada sistem yang berlandaskan komunisme. Buku VIII dan IX membicarakan mengenai anarki dan kekacauan saat individu dan negara sama-sama tersesat. Buku X  bagian I berhubungan dengan filsafat seni dan bagian II membicarakan kapasitas dari soul (soul). Mengenai metode pemikirannya, Plato menggunakan metode filsafat deduktif, dengan metode analitik berbasiskan ide untuk melihat fenomena. Saat berbicara tentang human nature Plato menjabarkannya kedalam tiga hal utama yaitu  : keinginan, semangat, dan rasionalitas.Adapun tentang Body politic menurut Plato: keinginan dalam menciptakan kelas, dimana kelas tersebut dibagi ke dalam tiga kelas utama yaitu Semangat yang kuat dalam militer, Pekerja yang bertindak berdasarkan pertimbangan, Pemimpin yang bijaksana.  

Kerangka Pemikiran Politik



Oleh: Haryo Prasodjo (haryoprasodjo@ymail.com)
Kerangka Pemikiran Politik

Pemikiran politik mengkaji mengenai hal-hal yangberkaitan dengan politik dan apa saja yang relevan dengan politik itu sendiri.Pemikiran politik Barat merupakan sebuah catatan kejadianyang diberikan oleh para filosof politik yang berhubungan dengan: Institusi politik, Kejadian politik, Aktifitas politik serta perkembangannya. Konten dari pembahasan pemikiran politik selalu memiliki hubungan dengan “politik” itu sendiri.  Hal tersebut dikarenakan Pemikiran politik mempelajari tentang politik sebagai ungkapan dari filosof politik, dan politik itu sendiri merupakan bagian dari aktifitas politik. Segala bentuk aktifitas dalam politik yang mencakup berbagai macam hal seperti, mencapai kekuasaan, mengatur, mempertahankan, dll. Karena pemikiran politik tidak dapat dipisahkan dari pemikiran mengenai politik itu sendiri, maka dasar dan cara dari proses pemikiran itu sendiri adalah dengan mengambil keterangan dari fakta yang ada dan menariknya ke generalisasi. 

 Adapun dasar dari pemikiran politik itu sendiri adalah sebagai berikut: 

            Adanya sebuah Ide > yang terus kaji dari Hari ke Hari > dalam jangka waktu yang dapat dikatakan Long Term >  dan ide tersebut dapat Bertahan Lama atau bahkan terdapat transformasi dan mengilhami adanya ide baru yang terus berkembang. Pemikiran politik merupakan sebuah respon dari adanya berbagai pertanyaan yang berhubungan dengan politik, negara, aktifitas politik, kebijakan dan fungsi negara.

Pemikiran politik berguna sebagai cara untuk mencari solusi baik yang permanen maupun non permanen untuk menghadapi masalah politik yang ada. Bahkan Pemikiran politik tidak hanya selalu bicara mengenai negara namun juga pada level yang lebih tinggi dari negara itu sendiri, misalkan mengenai dunia internasional dalam bentuk kerjasama, konflik, keamanan, dll. Yang mana pemikiran politik akan terus ikut berkembang seiring adanya Isu yang berkaitan dengan dasar negara dan juga terus berkembang . Dalam beberapa hal, isu tersebut dapat berkaitan dengan: Bentuk pemerintahan, Fungsi negara, Dasar kekuatan politik. 

Karena yang menjadi subjek kajianya adalah politik maka, Pemikiran politik memperoleh data juga dari politik itu sendiri. Politik sendiri merupakan hal yang berkenaan dengan aktifitas politik yang selalu dibicarkan oleh para pemikir-pemikir politik. Fungsi lain dari Pemikiran Politik adalah, dimana Pemikiran politik memberikan arah sebagai perhatian dari politik itu sendiri. Filsuf politik melahirkan fakta-fakta politik dari suasana dan kondisi yang ada pada masanya, dan mereka mempelajarinya situasi tersebut untuk membangun lingkungan politik yang baru dan filsafat baru.

Pada dasarnya, Politik merupakan berbagai macam asumsi-asumsi yang diambil dari aktifitas politik, sedangkan pemikiran politik mempelajari keduanya baik itu asumsi maupun aktifitas politik itu sendiri. Pemikiran politik juga berguna untuk mengetahui objektifitas dari aktifitas dan memberikan keduanya sebuah bentuk, pandangan, dan di dalam prosesnya membentuk sebuah konsep baru. 

Adapun beberapa perbedaan antara politik dengan pemikiran politik adalah sebagai berikut:

-          Politik memberikan kita catatan-catatan aktifitas politik, sedangkan Pemikrian politik memberikan kita pendidikan berpolitik 

-          Politik merupakan pengetahuan tentang tingkah laku politik, sedangkan Pemikiran politik adalah teori dari tingkah laku politik 

-          Politik membuka jalan bagi pemikiran politik, dan pemikiran politik menuntun arah masa depan dari politik itu sendiri

Signifikansi Pemikiran Politik Barat


Oleh: Haryo Prasodjo (haryoprasodjo@ymail.com)

Sebelum teman-teman lebih jauh lagi membaca,ada baiknya saya akan memberikan beberapa kata kunci yang akan menjadi bahasan saya pada tulisan ini, yang pertama adalah Apa itu pemikiran politik?, kedua, Pemikiran Politik Barat: nature and content, dan yang terakhir adalah Signifikansi dari  pemikiran politik Barat. Berawal dari peninggalan peradaban kuno seperti Romawi dan Yunai, Yahudi dan Kristiani, dan juga masa Islam. Zaman tersebut telah memberikan berbagai macam warisan ilmu yang terus berkembang hingga saat ini. Seperti ilmu filsafat, seni, matematika, astronomi, logika, hukum, kedokteran, politik, sosiologi, dll. Ilmu-ilmu tersebut tidak pernah mati, bahkan terus mengalami perkembangan. Hal tersebut tidak lepas dari kehidupan manusia yang semakin kompleks, kebutuhan akan ilmu itu sendiri terus mengalami peningkatan, yang pada akhirnya banyak ditemukan bentuk dan inovasi baru dari ilmu-ilmu tersebut. Seperti contoh dalam hal pemerintahan, maka kit aakan menemukan banyak sekali bentuk pemerintahan, ataupun dalam ilmu hukum, ada banyak sekali pandangan dan penerapan dari hukum itu sendiri. 

Dalam tulisan ini, saya akan membahas mengenai apa, bagaimana, dan seperti apa Politik Pemikiran Barat itu. Pemikiran politik dimulai saat adanya kesadaran untuk memperoleh alternatif pemikiran politik yang sesauai pada masanya. Pemikiran manusia terus tumbuh dari yang sebelumnya hanya memikirkan berbagai macam hal yan sederhana, hingga terus menuju pada pemikiran yang semakin rumit dan kompleks. Bermula dari hanya hidup bercocok tanam, kehdupan tersebut terus mengalami perubahan hingga pada kebutuhan untuk menuju pada pengorganisasian politik dalam bentuk pemerintahan, yang mengatur kehidupan manusia itu sendiri. Bahkan saat kita berbicara mengenai sistem pemerintahan itu sendiri, juga terus mengalami perkembangan, dari yang sebelumnya adalah bentuk kerajaan, hingga pada penemuan berbagai macam sistem politik yang terus berkembang hingga saat ini. Berbagai perkembangan tersebutlah, yang nantinya akan menjadi dasar dari semakin meratanya perbedaan dan perdebatan mengenai pemikiran politik dari masa Yunani dan berlanjut hingga saat ini.