“Aku bersyukur dilahirkan di Indonesia, dimana senyum masih menjadi karakter, budaya masih apik terjaga, dan optimisme masih menyulut semangat. Aku berharap, anak-anakku kelak harus lebih bangga dariku dalam memandang dan memperjuangkan Indonesianya. Jaya Selalu Negeriku Indonesia, Jayalah Selama-lamanya”

Perspektif-Perspektif Politik Global



Diambil dari mata kuliah Perspektif Dalam Hubungan Internasional
 
Fungsi dari mempelajari perpektif global adalah agar kita dapat menangkap fenomena-fenomena  sosial dengan menggunakan teori-teori yang ada. Yaitu dengan menggunakan pertanyaan “Apa yang sebenarnya berubah?”, “Seberapa jauh perubahan tersebut?”. Salah satu cara untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah dengan melihat aktor-aktor yang ada di dalam fenomena tersebut. Dan dalam kajian Hubungan Internasional akan terdapat banyak sekali aktor yang bermain karena tidak hanya negara saja.  Fenomena yang terjadi dalam Hubungan Internasional juga dapat dilihat dan dipelajari melalui isu-isu yang ada. Dimana pada Hubungan Internasional klasik, perang selalu dijadikan sebagai penanda (R.Gilpin). Teori yang telah dominan dan berkembang saat itu, tidak lagi dapat melihat fenomena yang ada. Pertanyaan besarnya adalah “ Benarkah ada perubahan signifikan didalam Hubungan Internasional?”.
Dalam kajian ilmu Hubungan Internasional, tidak ada teori yang sifatnya sebagai teori subtitutif (teori pengganti). Karena dalam melihat sebuah fenomena yang terjadi, itu tergantung pada cara kita, fokus kita, dan logika kita dalam melihat fenomena yang terjadi. Kita tidak melihat melalui apa perbedaaan dari teori yang di teliti, namun lebih kepada melihat apa yang membedakannya. Apa sebenarnya logika yang mendasari-teori-teori tersebut. Pada dasarnya, masalah tidak terletak pada masalah itu sendiri, namun masalah justru terdapat dari bagaimana posisi atau cara pandang kita pada masalah atau fenomena tersebut.
Terdapat dua kemungkinan dalam melihat sebuah fenomena yang ada. Pertama adalah justru memperkuat teori yang kita gunakan, atau yang kedua adalah justru akan membuat kita mengubah posisi kita. Kedua hal ini dapat digambarkan sebagai berikut.









Oval: Empiris


Oval: Reflektif







 



-          Data                                                                               - Construcion
-          Realism                                                                                        - Text
-          Fakta                                                                                             - Discourse
EXPLAIN   (UNDERSTAND INTERAKSI DAN INTEPRETASI)   EMANSIPATIF
      TEORI KRITIS: Memahami, Mengendalikan, dan Membebaskan





Tidak ada komentar:

Posting Komentar