Oleh: Haryo Prasodjo (haryoprasodjo@ymail.com)
Berbagai
pertemuan lanjutan yang di selenggarakan sebagai kelanjutan dari forum
kerjasama Bali Process memberikan dorongan bagi semua anggota untuk berbagi
panduan dnegan instansi terkait yang terdapat di negara anggota untuk
memanfaatkan keberadaan instansi tersebut sebagai aktor lapangan yang
memberikan pelatihan dan meningkatkan kesadaran dan sebagai alat penegakan
hukum terkait dengan masalah migrasi.
Adapun
beberapa poin penting sebagai tujuan untuk memperkuat kinerja dari Bali Process
adalah sebagai berikut:
1. Menerapkan tindakan dan arahan pada
pencegahan, deteksi gangguan, perlindungan, dan penuntutan hukum yang
disepakati.
2. Mengembangkan program kerja yang lebih
praktis dan difokuskan pada kerjasama penegakan hukum dan kerjasama menejemen
perbatasan melalui peningkatan kapsitas pihak yang terkait.
3. Menghubungkan dengan orum-forum
multilateral dan bilateral lainnya untuk berbagi sumber daya, keahlian, dan
pelajaran yang relevan.
4. Membantu anggota untuk meperkuat
tanggapan domestik dalam peyelundupan dan perdagangan manusia termasuk melalui
pemanfaatan proses dan mekanisme yang ada.
5. Mendrong solusi inovatif utnuk mengatasi
akar penyebab tidak teraturnya migrasi termasuk peningkatan pengembangan
potensi dan stabilisasi bidang utama. [1]
Melalu
pertemuan rutin yang diselenggarakan, masing-masing anggota terus mengupayakan
pengembangan sebuah perangkat regional yang berfungsi sebagai pedoman dalam
meningkatkan koordinasi dan kesadaran hukum yang berlaku dalam standar barkasi
dalam proses pendataan dan pendaftaran bagi para pengungsi dan para pencari
suaka. Setidaknya, setiap negara anggota yang terlibat memiliki tanggng jawab
untuk melakukan kampanye kepada masyarakatnya sebagai upaya untuk mengurangi
dan menekan berbagai potensi yang meninbulkan gerakan-gerakan imigrasi secara
ilegal dan memberikan perlindungan kedan bantuan kepada para korban dari
perdaganan dan penyelundupan manusia. Masing-masing negara juga dituntut agar
setiap instansi yang terkait dengan masalah keimigrasian selalu melakukan
koordinasi dan kerjasama yang baik dalam melakukan pendataan dan memberikan
hasil laporan lapangan. Hal tersebut sebagai upaya dari tujuan Bali Process
dalam melakukan efisiensi dan intensifikasi koordinasi kerjasama lintas negara.[2]