“Aku bersyukur dilahirkan di Indonesia, dimana senyum masih menjadi karakter, budaya masih apik terjaga, dan optimisme masih menyulut semangat. Aku berharap, anak-anakku kelak harus lebih bangga dariku dalam memandang dan memperjuangkan Indonesianya. Jaya Selalu Negeriku Indonesia, Jayalah Selama-lamanya”

Definisi Neoliberalisme


Beberapa pakar ekonomi politik mendefinisikan neoliberalisme sebagai sebuah ideologi yang mendominasi saat ini, atau disebut juga sebagai era neoliberalisme baik dalam kehidupan ekonomi, politik, serta masyarakatnya. Neoliberalisme disebut-sebut juga sebagai gaya baru dari liberalisme. Neoliberalisme telah menjadi paradigma baru dalam dunia teori ekonomi dan pembuat kebijakan.[1]
Neoliberalisme adalah cotntoh pertama dari praktek teori ekonomi yang mengusulkan bahwa, kesejahteraan manusia dapat dicapai oleh setiap individu dengan cara membebaskan kewirausahaan serta keterampilan dalam sebuah kerangka kelembagaan ang ditandai dengan adanya kepemilikan hak pribadi, pasar bebas, dan perdagangan bebas. Sedangkan peran negara adalah untuk menciptakan dan mempertahankan suatu kerangka yang tepat guna praktek-praktek tesbut. Negara harus menjamin atas kualitas dan integritas uang. Hal lain yang juga harus dilakukan negara adalah mengatur kekuatan militernya, pertahanan, kepolisian, serta struktur hukum yang dibutuhkan untuk mengamankan serta menjamin hak milik pribadi serta fungsi pasar, dan jika perlu dengan kekerasan sekalipun. Selain itu jika pasar tidak ada (didaerah-daerah seperti tanah, air, pendidikan, perawatan kesehatan, jaminan sosial, ataupun polusi lingkungan) maka mereka (pasar) harus diciptakan, jika perlu dengan tindakan dari negara. Namun diluar tugas-tugas tersebut negar tidak boleh ikut campur. Intervensi negara terhadap pasar (meskipun dibuat) harus dikurangi. Negara tidak mungkin memiliki cukup inormasi dan hanya dapat menebak-nebak tentang harga pasar.
 “Neoliberalism  is in the first instance a theory of political economic practices that proposes that human well-being can best be advanced by liberating individual entrepreneurial freedoms and skills within an institutional framework characterized by strong private property rights, free markets and free trade. The role of the state is to create and preserve aninstitutional framework appropriate to such practices. The state has to guarantee, for example, the quality and integrity of money. It must also set up those military, defence, police and legal structures and functions required to secure private property rights and to guarantee, by force if need be, the proper functioning of markets. Furthermore, if markets do not exist (in areas such as land, water, education, health care, social security, or environmental pollution) then they must be created, by state action if necessary. But beyond these tasks the state should not venture.  State interventions in markets (once created) must be kept to a bare minimum because, according to the theory, the state cannot possibly possess enough information to second-guess market signals (prices) and because powerful interest groups will inevitably distort and bias state interventions (particularly in democracies) for their own benefit” (Harvey 2005:2).



[1] http://folk.uio.no/daget/What%20is%20Neo-Liberalism%20FINAL.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar